Tampilkan postingan dengan label Lainya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lainya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2017

Pendaki Berzodiak Apakah Kamu

Haloo sahabat petualang,

Kali saya akan berbagi artikel tentang zodiak para pendaki. hhmm.. boleh percaya atau tidak yang penting asikin saja ya bacanya, yang penting heppy biar awet muda.hehe

APA? ZODIAK? KAN GAK BOLEH PERCAYA ZODIAK!! PERCAYA ITU SAMA TUHAN !!

I believe that masalah zodiak ini rasanya gurih-gurih nyoi, boleh-boleh-gak-boleh tapi seneng aja kan bacanya, boleh percaya atau tidak yang penting percaya itu sama Tuhan ya.

Kalau bagus ya biasanya diaminin, Kalau gak baik ya jangan marah hehe. Hanya buat bersenang- senang untuk hiburan. Tapi jujur sajalah misal bener baik ya bilang baik, misal bgak baik ya diiyain saja haha.

Nah, jenis-jenis pendaki berdasarkan zodiak ini saya buat menurut agama dan kepercayaan masing-masing (kayak mau berdoa saja), menurut pengamatan dari temen-temen saya sesama pendaki yang tentunya pernah manjat bareng  saya dan juga olah data dari internet.

Jadi sifatnya antara mengada-ada campur ngawang-ngawang. Gak usah dianggep serius yang penting happy.

Okay, langsung saja, ini dia 12 Jenis Pendaki Berdasarkan Zodiak:




PENDAKI AQUARIUS (20 Januari-18 Februari)
Para Pendaki Aquarius ini punya sifat dasar impulsif. Suka tiba-tiba melakukan apa yang dia mau tanpa mikirin nantinya gimana. Jadi, kalau tiba-tiba mau naik gunung, ya dia akan jalan pada saat itu juga. Sifat ini didukung sama wataknya yang cuek, selaw bingit, dan aneh. Tambah-tambah kalau ini Pendaki Aquarius punya golongan darah AB yang emang sifat dasarnya aneh. Hahaha.

Biasanya, pendaki jenis ini bakalan gak peduli meskipun tiba-tiba ada pocong lewat depan mukanya. Tapi, doi itu protek banget sama temen-temennya. Dia bisa jadi defender yang paling diandalkan di rombongan. Taro dia di belakang jadi sweeper dan semua aman serta tenang.

PENDAKI PISCES (19 Februari-20 Maret)
Pendaki Pisces punya sifat dasar yang paling menonjol, yaitu, DRAMA. Yep, ada apa-apa dikit heboh. Mungkin diem, tapi diemnya aja bisa bikin heboh. Misalnya dia ngeliat Ranu Kumbolo yang begitu indahnya, bisa tiba-tiba dia nangis sesenggukan lalu membuat puisi dan dibacain depan rombongannya. Asyiknya, kalau udah kenal, si Pendaki Pisces ini bisa jadi orang paling bawel yang kadang resek tapi pendakian jadi gak sepi, meskipun sifat aslinya agak tertutup. 

Oiya, jangan heran kalau tiba-tiba doi punya pandangan mata kosong atau sering daydreaming, doi bukan kesurupan kok, cuma lagi berimajinasi.

PENDAKI ARIES (21 Maret-19 April)
Sifat aslinya Pendaki Aries ini jahil banget. Lumayan jadi anak yang bisa menghidupkan suasana. Hobiya bisa jadi ngecengin orang. Tapi, naro dia sebagai leader juga oke, karena, selain gak takut sama apa pun, doi juga tipikal pemimpin yang baik dan memang pintar. Tentunya, doi bisa nyari jalan dengan sangat baik, bisa bagi-bagi rombongan dengan tepat, dan paling gak, pengetahuannya bisa sangat membantu.

PENDAKI TAURUS (20 April-20 Mei)
Kita bisa menyebutnya sebagai seorang pendaki yang.... pemalas. YUP. MALES. Tapi sifat malesnya ini diiringi dengan sifatnya yang persistent. Jadi, meskipun males, tapi kalau doi udah memutuskan untuk bakal manjat peduli setan sampai puncak, doi bakal sampai puncak. Percayalah. Didukung dengan sifat keras-kepalanya yang luar biasa juga tentunya. Dan, kesabarannya ini juga mendukung persistensinya. Bagusnya, hal ini yang secara gak langsung akan memotivasi orang-orang di rombongan yang kayaknya udah mau nyerah tapi masih mau berusaha.

PENDAKI GEMINI (21 Mei-20 Juni)
Para Pendaki di bawah naungan rasi bintang ini punya energi yang melimpah. Bisa jadi disaat kita semua lagi drop kelelahan, doi masih pecicilan ntah kemana dan jadi penghibur rombongan. Sifatnya yang unpredictable dan curiosity-nya yang tinggi juga kadang-kadang bisa bikin kita shock sama apa yang dia lakukan. Bisa jadi sangat membantu, bisa jadi sangat membahayakan diri sendiri. Selain gampang bergaul dan beradaptasi sama lingkungan sekitar, Pendaki Gemini juga pandai memanfaatkan momen untuk narsis-narsisan. Yoi, mereka memang ngerasa cakep bingit, dan bahayanya... emang beneran cakep. Bhay.

PENDAKI CANCER (21 Juni-22 Juli)
Cancer punya sifat bagus yang sangat membantu teman-temannya dalam rombongan pendakian, dia bakalan jadi orang yang paling setia nungguin temen-temennya meskipun jalannya lelet, suka ngeluh, maupun suka curcol. Tapi pendaki cancer paling cuma akan jadi pendengar setia curhatan kamu. Doi agak susah terbuka dan gak bisa maksain terbuka meskipun kamu maksa-maksa. Agak susah kalau mau modusin doi buat jadi gebetan kamu. Oiya, musti hati-hati kalau becanda sama doi, anaknya gampang sakit hati, mau kamu dijorokin ke jurang?

Lalu.... gue gak tau musti ngomong apalagi tentang Pendaki ini, kan tadi dah dibilang, doi tertutup.

PENDAKI LEO (23 Juli-22 Agustus)
Satu lagi satu jenis pendaki menurut zodiak yang bisa jadi leader di tim rombongan pendakian kamu, yaitu Pendaki Leo. Yoi, sebagai natural born leader, sifat berani yang tertanam di dalam dirinya ini lah yang pantas kita andalkan. Mungkin doi agak gak percaya diri sama kemampuannya memimpin rombongan, tapi, pelan-pelan semua akan sadar kalau doi punya rasa tanggung jawab yang tinggi, punya rasa ingin melindungi temen-temen rombongannya, dan juga loyal. Dan.. narsis juga. Satuin aja sama Pendaki Gemini dan Libra, kelar deh mereka foto-foto doang.

PENDAKI VIRGO (23 Agustus-22 September)
Suka ngatur, perfeksionis, cerdas, planner luar biasa, dan juga observer, adalah sifat dan ciri dasar dari Pendaki Virgo. Kalau Virgo dijadiin pemimpin dalam rombongan, waktu pendakian, jam makan, waktu istirahat, dan keselamatan rombongan bisa dibilang akan dijamin sesuai dengan rencana awal. Kalau pun kepleset dikit, gak akan jauh-jauh banget. Sangat bisa diandakan. Tapi ya gitu, sifat perfeksionisnya bakalan lumayan menghambat kalau misalnya ada hal yang tiba-tiba gak sesuai. Nah, sifat-sifat tadi kalau disatuin jadinya = rempong. Barang bawaan banyak, takut ini, kalau kalau begitu, macem-macem lah.

Jago mikir, menganalisa, dan mengobservasi sekitar bakal bikin rombongannya merasa lebih aman dan bisa ngandelin pendaki dalam naungan bintang Virgo ini. Tapi, musti ati-ati banget, sekali doi ill-feel, udah deh, kamu bakalan di black list dari next pendakian bareng dia.

FYI: gue, adalah contoh nyata Pendaki Virgo. :p

PENDAKI LIBRA (23 September-22 Oktober)
Mau minta jajanan selama pendakian? Minta aja sama pendaki Libra ini. Doi super duper gak pelit, boros, dan.. emang kebanyakan kaya raya. Kalau boleh bawa logistik se-alfamart, mungkin doi bakal bawa. Tapi para tetua pendaki musti banget jagain doi jangan sampe jalan sendiri, pelupa-nya itu loh. Ampun!

Bercanda sama pendaki Libra juga asik, selain santai dan gak gampang tersinggung, rata-rata pendaki jenis ini seneng banget bercanda. Mau narsis bareng? Foto-foto pake tongsis sepanjang pendakian? Ajak bareng lah si Libra, Leo, dan Gemini. Langsung capcuss. Oiya, pendaki Libra juga doyan dandan!

PENDAKI SCORPIO (23 Oktober-21 November)
Jangan sekali-kali bikin Pendaki Scorpio ini marah. Bahaya. Namanya juga kalajengking yekan, selain emosional, mulutnya juga berbisa. Pokoknya jangan bikin doi marah. Bisa jadi kamu digantung di puncak gunung. Tapi, kontradiksinya Pendaki Scorpio adalah doi ini humoris. Yang bakalan bikin banyak ketawa di gunung ya doi. Suseh ye?

Tapi Pendaki Scorpio juga loyal, akan nungguin dan jagain temen-temennya yang udah kecapean, bahkan, rela mati juga buat nolongin temen (deketnya).

PENDAKI SAGITARIUS (22 November-21 Desember)
Independen, extrovert, tukang kepo, tapi empati dan super baik hati, ya itulah Pendaki Sagitarius. Doi bisa sangat menempatkan dirinya di posisi orang lain dan membuat hatinya sangat lembut untuk menghadapi orang sekeras apa pun. Butuh orang buat memotivasi pendaki yang udah kepayahan? Lari ke dia. Butuh orang buat ngademin otaknya leader yang lagi panas? Sodorin dia. Butuh ngademin rombongan yang lagi emosi, serahkan padaNya. Muahaha.

Tapi, pendaki Sagitarius ini 11-12 juga sama pendaki Pisces, sama-sama drama, dan even worst, drama-lebay. Bisa aja doi beneran nangis meraung-raung padahal cuma liat temennya berdarah-darah dikit gegara kegores batu doang. Overall, doi bisa diandalkan, asik, dan lembut hatinya.

PENDAKI CAPRICORN (22 Desember-19 Januari)
Ambisius dan skeptis. Mau punya motivator buat mencapai puncak atau pengen pulang sesegera mungkin waktu di pendakian? Deket-deket aja sama Pendaki dalam naungan zodiak ini. Sifat ambisiusnya bakalan membius kamu dan menekan tombol trigger dalam dirimu. Sifat ambisius ini juga didukung sama sifat keras kepalanya. 

Sifat ini juga cocok menjadikan pendaki Capricorn buat pemimpin rombongan. Atau sweeper juga cocok. Meskipun di belakang, doi bakalan ngompor-ngomporin rombongan biar tetap semangat menggapai puncak yang diidam-idamkannya.


Jadi, pendaki (berzodiak) jenis manakah kamu?

   ============================== = = = ==================================

Senin, 02 Oktober 2017

Teknik Packing Ransel ataupun Carrier

Teknik packing ransel (carrier) saat mendaki gunung maupun kegiatan out bond lainnya sangat diperlukan sehingga barang-barang yang kita bawa dapat kita bawa dengan ringkas, efisien, rapi.Packing biasa disebut juga dengan pengepakan. Packing merupakan cara atau teknik menyusun perlengkapan dalam ransel (carrier). Dengan packing (pengepakan) yang baik ransel akan mampu memuat peralatan dengan efisien namun tetap terasa nyaman dikenakan saat perjalanan.
Teknik packing yang benar membuat ransel (carrier) muat banyak tapi tidak memberatkan,Oleh para penggiat kegiatan alam bebas (pecinta alam) packing telah dianggap sebagai salah satu ‘seni’ tersendiri. Sehingga teknik menyusun barang dalam ransel ini sangat tergantung pada keahlian dan kebiasaan masing-masing.



v  Prinsip-prinsip packing carrier yang harus diperhatikan antara lain:
Pada saat back-pack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan perjalanan [misalnya pendakian] kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak dan menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung. Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.

v  Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :
Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya.Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.
Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam carrier, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur. Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat/jas hujan pada kantong samping carrier.
Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar carrier, karena barang diluar carrier akan mengganggu perjalanan anda akibat tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking dalam carrier.

Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.


Baca Juga : Tips Mengatasi Tersesat Digunung


v  Memilih dan Menempatkan Barang
Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki atau kegiatan alam bebas selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda, tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa, contoh : Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di carrier.

Matras, sebisa mungkin matras disimpan didalam carrier jika akan pergi kelokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak rekan pendaki yang lebih senang mengikatkan matras diluar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.

Kantung Plastik,
Selalu siapkan kantung plastik didalam carreir anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun, baju basah dan lain sebagainya. Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang barang didalam carrier anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.
Menyimpan Pakaian ;Jika anda meragukan carrier yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda didalam kantung plastik [dry-zax], gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab. Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih.Menyimpan Makanan ;Pada gunung-gunung tertentu (misalnya Rinjani) usahakan makanan dibungkus dengan plastik dan ditutup rapat kemudian dimasukkan kedalam keril, karena monyet-monyet didekat puncak / base camp terakhir suka membongkar isi tenda untuk mencari makanan. Menyimpan Korek Api Batangan ;Simpan korek api batangan anda didalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.

Packing Barang / Menyusun Barang Di Carrier ;Selalu simpan barang yang paling berat diposisi atas, gunanya agar pada saat carrier digunakan, beban terberat berada dipundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah.

Perlengkapan Pribadi Alam Bebas Outdoor activity atau kegiatan alam bebas merupakan kegiatan yang penuh resiko dan memerlukan perhitungan yang cermat. Jika salah-salah maka bukan mustahil musibah akan mengancam setiap saat. Sebagai contoh, sebuah referensi pernah mencatat bahwa salah satu kegiatan alam bebas yaitu rock climbing [panjat tebing] merupakan jenis olahraga yang resiko kematiannya merupakan peringkat ke-2 setelah olahraga balap mobil formula-1.Tentu saja resiko tersebut terjadi apabila safety-procedure tidak menjadi perhatian yang serius, tetapi apabila safety-procedure diperhatikan dan sering berlatih, maka resiko tersebut dapat ditekan sampai titik paling aman. Perjalanan alam bebas pasti akan bersentuhan dengan cuaca, situasi medan dan waktu yang kadang tidak bersahabat, baik malam atau siang hari, oleh karena itu perlu dipersiapkan perlengkapan yang memadai. Salah satu “perisai diri” ketika melakukan aktivitas alam bebas adalah perlengkapan diri pribadi.Berikut digambarkan beberapa perlengkapan pribadi standard.

1.      Tutup kepala/topi
Untuk melindungi diri dari cuaca panas atau dingin perlu penutup kepala.Dalam keadaan panas atau hujan, maka tutup kepala yang baik adalah yang juga dapat melindungi kepala dan wajah sekaligus.Untuk ini pilihan terbaik adalah topi rimba atau topi yang punya pelindung keliling. Topi pet atau topi softball tidak direkomendasikan.
Pada cuaca dingin malam hari atau di daerah tinggi, maka penutup kepala yang baik adlah yang dapat memberikan rasa hangat. Pilihannya adalah balaklava atau biasa disebut kupluk.
2.      Syal-slayer
Slayer atau syal bukan hanya digunakan sebagai identitas organisasi, tetapi sebetulnya mempunyai fungsi lainnya.Syal/slayer dapat digunakan untuk menghangatkan leher ketika cuaca dingin, dapat juga digunakan sebagai saringan air ketika survival.Syal/slayer juga sangat berguna ketika dalam keadaan darurat, baik digunakan untuk perban darurat atau sebagai alat peraga darurat.Oleh karenanya disarankan menggunakan syal/slayer yang berwarna mecolok dan terbuat dari bahan yang kuat serta dapat menyerap air namun cepat kering.
3.      Baju
Kebutuhan ini multak, tidak bisa beraktivitas tanpa baju [bayangkan kalau tanpa ini, maka kulit akan terbakar matahari]. Baju yang baik adalah dari bahan yang dapat menyerap keringat, tidak disarankan menggunakan baju dari bahan nilon karena panas dan tidak dapat meyerap keringat.Baju dengan bahan demikian biasanya adalah planel atau paling tidak kaos dari bahan katun.Pilihan warna untuk aktivitas lapangan seperti halnya juga slayer/syal adalah yang mencolok agar bia terjadi keadaan darurat [misalnya hilang] dapat dengan mudah diidentifikasi dan dikenali. Dalam beraktivitas di alam bebas jangan pernah melupakan baju salin/ganti, hal ini karena aktivitas lapangan akan sangat banyak mengeluarkan energi yang membuat badan kita berkeringat. Bawalah baju salain 2 atau 3 buah.
4.      Celana
Celana lapang yang baik adalah yang memnuhi syarat ringan, mudah kering dan dapat menyerap keringat. Pemakaian bahan jeans sangat tidak direkomendasikan karena berat dan susah kering dan membuat lecet. Celana yang baik adalah kain dengan tenunan ripstop [bila berlubang kecil tidak merembet atau robek memanjang].Bila aktivitas dilakukan di daerah pantai atau perairan juga baik bila menggunakan bahan dari parasut tipis.Selain celana panjang, jangan lupa bahwa under-wear juga penting.jangan lupa juga untuk menyediakan serep ganti.
5.      Jaket
Salah satu perlengkapan penting dalam alam bebas adalah jaket.Jaket digunakan untuk melindungi diri dari dingin bahkan sengatan matahari atau hujan.Jaket yang baik adalah model larva, yaitu jaket yang panjang sampai ke pangkal paha.Jaket ini juga biasanya dilengkapi dengan penutup kepala [kupluk].Akan sangat baik bila jaket yang memiliki dua lapisan (double-layer). Lapisan dalam biasanya berbahan penghangat dan menyeyerap keringat seperti wool atau polartex, sedang lapisan luar berfungsi menahan air dan dingin. Kini teknologi tekstil sudah mampu memproduksi Gore-Tex bahan jaket yang nyaman dipakai saat mendaki bahan ini memungkinkan kulit tetap bernafas, tidak gerah mengeluarkan keringat mampu menahan angin (wind breaking) dan resapan air hujan (water proff) sayang, bahan ini masih mahal. Yang paling baik jaket terbuat dari bulu angsa-biasanya digunakan untuk kegiatan pendakian gunung es].
6.      Slepping bag
Istirahat adalah kebutuhan pegiat alam bebas setelah aktivitas yang melelahkan seharian. Tempat istirahat yang ideal adah dengan menggunakan slepping bag [kantong tidur]. Slepping bag yang baik juga biasanya terbuat dari dua sisi, yaitu yang dingin, licin dan tahan air satu sisi, dan yang hangat dan tebal disisi lain. Penggunaannya sesuai dengan cuaca saat istirahat.
7.      Sepatu
Sepatu yang baik yaitu yang melindungi tapak kaki sampai mata kaki, kulit tebal tidak mudah sobek bila kena duri.keras bagian depannya, untuk melindungi ujung jari kaki apabila terbentur batu. bentuk sol bawahnya dapat menggigit ke segala arah dan cukup kaku, ada lubang ventilasi bersekat halus. Gunakan sepatu yang dapat dikencangkan dan dieratkan pemakaiannya [menggunakan ban atau tali. Dilapangan sepatu tidak boleh longgar karena akan menyebabkan pergesekan kaki dengan sepatu yang berakibat lecet. Penggunaan sepatu juga harus dibarengi dengan kaos kaki.Untuk ini juga sebaiknya disediakan kaos kaki serep bial suatu saat basah.
8.      Carrier
Carrier bag atau ransel sebaiknya gunakan yang tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlampau kecil, artinya mapu menampung perlengkapan dan peralatan yang dibawa. Sebaiknya jangan menggunakan carrier yang mempunyai banyak kantong dibagian luar karena dalam keadaan tertentu ini akan menghambat pergerakan. Gunakan carrier yang ramping walaupun agak tinggi, ini lebih baik daripada yang gemuk tetapi rendah. Sebelum berangkat harus diperhatikan jahitan-jahitannya, karena kerusakan pada jahitan terutama sabuk sandang akan berakibat sangat fatal.
9.      Alat masak, makan dan mandi
Perlengkapan sangat penting lainnya adalah alat masak, makan dan mandi.Bagimanapun juga dalam kondisi lapangan kita sangat perlu untuk menghemat aktu dan bahan masalak.Gunakan alat dari alumunium karena cepat panas, untuk ini nesting menjadi pilihan yang sangat baik, disamping dia ringkas dan serba guna. Juga perlu dipersiapkan alat bantu makan lainnya (sendok, piring, dll) dan pastikan bahan bakar untuk memasak / membuat api seperti lilin, spirtus, parafin, dll. Jangan lupa juga siapkan phiples minum sebagai bekal perjalanan [saat ini banyak tersedia model dan jenis phipless].Perlengkapan mandi juga sangat penting karena tidak jarang perjalanan dilakukan berhari-hari dengan tubuh penuh keringat.Bawalah alat mandi seperti sabun yang berkemasan tube agar mudah disimpan dan tidak perlu membuang sampah bungkusan disembarang tempat.
10.  Obat-obatan dan Survival Kits
Perlengkapan pribadi lainnya yang sangat penting adalah obat-obatan, apalagi kalau pegiat mempunyai penyakit khusus tertentu seperti asma. Disamping obat-obatan juga setidaknya.

Para pecinta alam biasa menyebut teknik pengepakan (packing) ini sebagai seni. Karena itu, teknik packing ransel atau carrier akan sangat tergantung pada selera dan keahlian masing-masing. Namun prinsip utama dari packing adalah menyusun barang dengan efisien, rapi tanpa harus merepotkan selama perjalanan.

Baca Juga : Zodiak Para Pendaki Gunung

================================= = = = ==================================

Rabu, 13 September 2017

Tips Agar Tidak Tersesat Digunung dan Cara Mengatasinya

Halooo sahabat petualang..
kali ini saya mau berbagi tips mengatasi tersesat saat mendaki gunung. Kebayangkan bila kita tersesat digunung, apalagi sampai berhari2.. waduuhhh bisa2 kita….. tetttttttt.. tau sendirilah. Maka dari itu kita perlu beberapa pembelajaran agar bila suatu saat kita mengalami tersesat kita setidaknya dapat pengetahuan untuk berusaha bisa mengatasinya. Langsung saja ya,, ni saya bagi tipsnya yang saya ambil dari sumber terpercaya alias pendaki yang udah senior2 dah namanya #mbah_rimba mbah2nya pendaki.hehe



Kegiatan mendaki gunung merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan membuat kepuasan sendiri bagi para penikmatnya. Luasnya alam, udara yang sejuk dan di tambah lagi jauh dari kebisingan kota hal itu yang biasa di cari oleh para pendaki gunung. Namun untuk mencapai puncak gunung sangatlah membutuhkan waktu yang panjang bahkan sampai berhari-hari, begitu juga jalanan yang kita lalui terkadang rusak dan tidak begitu jelas petunjuknya yang membuat tersesat para pendaki gunung. Untuk menjadi seorang survivor dan bertahan hidup di hutan serta mengolah makanan apaadanya adalah hal yang harus dilakukan hingga tim penolong datang menjemput.

Tersesat ato hilang arah adalah bagian dari resiko di dunia daki mendaki. Tehnik survival dan montenering menjadi hal yg sangat penting untuk dikuasai, sebab aktipitas pendakian bukanlah hal yang bisa di remehkan, segala sesuatu resiko sangat dekat dengan setiap pendaki.... jangankan yang pemula yang masih belajar terbang di alam bebas... yang sudah banyak jam terbangnya pun tak luput dari resiko itu..

Ketika alam mulai unjuk gigi... tidak peduli, entah itu yang kelas teri atau kelas kakap, semua muanya punya potensi sama, namun yang membedakan adalah segi kesiapan dan kesigapan masing2. Terlepas dari takdir dan nasib.... Tentu saja yang memiliki pengetahuan dan teknik akan berpotensi lebih besar utk bisa mengatasi dan selamat dibanding yang kosong tak menguasai... Ketika ada upaya dan mau utk terus mencari dan mempraktekan ilmu serta pengetahuan di bidang pendakian... maka secara otomatis akan mengasah feeling bawah sadar di otak kita untuk bersinergi dengan keadaan ketika kita menghadapi sesuatu hal.

Semisal ketika ada kemungkinan salah jalur/arah...  maka sinyal refleksi akan otomatis muncul menjadi Felling yang membuat kita berfikir utk menguasai medan dan ketenangan diri... kita tidak akan gegabah atau bertindak bodoh yang justru memperparah keadaan. Hal yg mudah dilakukan adalah..diam sejenak... perhatikan sekitar kita, amati dan lihat jalur yg dilewati.. adakah bekas2 tapak sepatu.. adakah sisa sisa bungkus entah itu permen, sobekan kertas ato bungkus apapun...., jika ada... berarti kita belum jauh tersesat..... Dan jika tidak ada.. makacarilah Pohon tertinggi... naiklah.. panjatlah setinggi tingginya...  perhatikan sekitaran tempat kita dari ketinggian.... jika ada jalur jarak antara dedaunan atau cerukan diantara daun daun... maka menujulah kesana..., kemungkinan itu adalah jalur pendakian atau setidaknya jalur pencari kayu...., ketika sdh ketemu itu.... ambilah jalur yang menurun... sambil mengikatkan sesuatu kedahan atau menandai pohon dengan sesuatu pada tempat2 tertentu... maksudnya adalah.. ketika ternyata jalan buntu maka kita bias kembali ketempat semula.... Jangan sembrono atau terlalu berani untuk membuka jalur tanpa menguasai medan...., lebih baik diam dansabar... jika kita masih pegang senter... tunggu malam tiba.. dan kembalilah naik pohon tertinggi... amati bila mana ada secercah sinar senter dari pendaki lain kuasai area medan, tentukan arah dan menujulah kesana....



v  Berikut rincian tips yang harus kamu lakukan saat tersesat di gunung hal ini untuk mengurangi gugurnya para pendaki gunung,

1.      Sit (Duduk)

Seorang pendaki pasti akan merasa panic saat mengetahui dirinya tersesat dan tak tahu jalur pendakian. Kondisi ini biasa dirasakan saat hari mulai gelap dan muncul keputusasaan untuk mencari jalur awal pendakian. Berpikirlah secara tenang dan istirahatkan tubuh anda dengan cara duduk atau makan dan minum.

2.      Thinking (Berfikir)

Berfikir jernih sangat diperlukan untuk menyelamatkan diri anda ataupun tim agar dapat meloloskan diri dari jalur yang salah. Coba fikirkan apa yang menyebabkan anda tersesat serta hindari segala keegoisan dan keapatisan terutama saat berada dalam tim.

3.      Observe (Observasi)

Lakukan observasi di daerah sekitar serta Periksa persediaan makan anda dan air yang ada serta perhitungkan secara matang untuk bias digunakan bertahan. Kondisi tubuh dan tim juga harus dipertimbangkan sebaik mungkin,

            4.   Planning (Perencanaan)

Atur rencana dan Pertimbangkan secara matang agar tidak terjadi kesalahan dan berpengaruh pada keselamatan anda ataupun tim.

            5.  Terus naik menuju puncak

Gunung memiliki bagian atas yang lebih sempit dibandingkan di bawah. Sehingga bila anda tersesat dan terus naik keatas, daerah akan semakin sempit sehingga mempermudah pencarian jalur yang benar. Semua jalur pendakian akan bertemu di puncak sehingga dapat menemukan jalur yang anda inginkan untuk turun.

            6.  Gunakan penanda

Pasanglah tanda dipersimpangan yang membingungkan. Jadi, Jika ternyata jalur yang anda pilih salah maka anda dapat kembali kepersimpangan awal dengan berpatokan pada tanda-tanda yang tadi sudah anda pasang. Hal ini untuk mencegah agar anda tidak “tersesat setelah tersesat”.

            7.  Berhati-hatilah saat turun dari puncak

Saat turun dari puncak, tetap jaga kebersamaan dan jarak dengan teman anda. Perbedaan jarak bisa berubah menjadi malapetaka jika kita tidak berhati-hati saat turun dari puncak. Kabut tebal tiba-tiba muncul dan menutup jarak pandang. Jangan sampai salah mengambil jalur. Jika anda menyimpang sekian derajat dari jalur yang benar dan terus bergerak lurus turun dari puncak, penyimpangan tersebut akan semakin besar.

8.   Niat dan berdo'a untuk bertahan hidup

Ketika tersesat, jangan memaksakan diri untuk menemukan jalur yang benar, khususnya ketika hari menjelang gelap. Gunakan waktu malam untuk beristirahat.

Terlepas dari itu, bicara atau sekedar memberi solusi memang mudah dibanding menghadi langsung dilapngan. Terlepas dari takdir dan nasib... usaha dan upaya yang kita lakukan Insyaalloh menjadi buah penyelamatan diri... yang terpenting jangan lupa selelu berdoa setiap melakukan pendakian, dan ijin kepada orangtua mohon doa restu agar selamat disetiap perjalanan. amiiiinnnn


=============================== = = = ====================================